.jpg)
Perkembangan teknologi pesawat tanpa awak atau drones semakin pesat. Ya, pesawat itu bisa beroperasi secara mandiri tanpa pengemudi di dalamnya, cukup berbekal remote kontrol.
Militer pun sudah banyak yang mengoperasikan pesawat tanpa awak. Seperti Amerika Serikat yang menggunakannya di medan perang Afghanistan.
Semakin banyak lembaga disinyalir menguji coba pesawat tanpa awak. Jika nantinya disalahgunakan, tentu dapat membahayakan.
Misalnya jika pesawat tersebut dibekali dengan senjata dan digunakan untuk maksud-maksud yang berbahaya. Tentu bisa mengakibatkan kerugian yang besar.
2. Google Glass

Misalnya fungsi merekam video, menjepret foto cukup dengan perintah suara. Atau kemampuan untuk mengenali wajah seseorang cukup dengan memandang. Hal itu dianggap menjadikan Google Glass sebagai perangkat mata-mata.
Bahkan, beberapa restoran sudah melarang pemakaian Google Glass dengan alasan mengganggu privasi pengunjung. Padahal, perangkat itu saat ini belum dijual bebas.
Ada pula kekhawatiran Google Glass bisa merusak mata. Google bahkan sudah memperingatkan perangkat ini jangan dipakai anak usia di bawah 13 tahun karena mungkin mengganggu penglihatan.
3. Mobil Otomatis
Mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa bantuan pengemudi bukan lagi mimpi. Google misalnya, sudah mengujicoba mobil yang bisa menemukan jalurnya sendiri.
Memang mobil otomatis ini mungkin sangat bermanfaat. Misalnya orang tidak perlu lelah lagi mengemudi, cukup serahkan pada komputer dan radar mobil.
Orang-orang tuna daksa atau tuna netra pun dapat memetik manfaatnya. Karena mereka tetap bisa menggunakan mobil dan diantar ke tempat yang diinginkan. Namun demikian, ada kekhawatiran terjadi error dalam sistem dan kemudian mobil celaka. Meski sistem keamanannya diklaim sudah mumpuni, tetap saja kemungkinan tersebut menjadi sebuah kekhawatiran.
4. Hadron Collider
Hadron Collider adalah sebuah mahakarya manusia. Ini merupakan akselerator partikel dengan energi tertinggi dan terbesar di dunia, yang diciptakan oleh CERN, lembaga ilmu pengetahuan di Eropa.
Hadron Collider membentang sepanjang 27 kilometer di kedalaman 175 meter yang berlokasi di Jenewa, Swiss. Pembuatannya ditujukan untuk memecahkan pertanyaan fisika tentang kelahiran alam semesta.
Hadron Collider menubrukkan proton bersamaan dalam kecepatan cahaya dan mampu menciptakan partikel energi powerful. Bahkan punya kapasitas untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang bisa merusak planet bumi.
Hadron Collider beberapa kali sempat mengalami masalah. Maka diitakutkan jika tidak dikendalikan dengan baik bisa menimbulkan bencana besar.
0 komentar:
Posting Komentar